Ruang Serap Ilmu: Kreatif Membuat Buket Hadiah dari Bahan Dapur Bersama Ibu Dwi Juni

Ruang Serap Ilmu: Kreatif Membuat Buket Hadiah dari Bahan Dapur Bersama Ibu Dwi Juni

Ruang Serap Ilmu: Kreatif Membuat Buket Hadiah dari Bahan Dapur Bersama Ibu Dwi Juni

SMPIT Al Uswah kembali menghadirkan program *Ruang Serap Ilmu*, sebuah wadah yang dirancang untuk menggali kreativitas siswa melalui berbagai keterampilan praktis. Kali ini, anak-anak SMPIT Al Uswah mengikuti sesi yang unik dan inspiratif, yaitu belajar membuat buket hadiah dari bahan-bahan dapur bersama Ibu Dwi Juni, seorang ahli dalam seni kerajinan tangan.

Sesi yang diadakan pada hari Kamis ini diikuti dengan penuh antusias oleh siswa kelas 7 hingga kelas 9. Ibu Dwi Juni, yang memiliki pengalaman luas dalam bidang keterampilan tangan, mengajarkan anak-anak bagaimana menciptakan buket cantik dari bahan-bahan sederhana yang sering dijumpai di dapur, seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan daun bawang. Dengan kombinasi tali rafia dan kertas pembungkus, bahan-bahan ini disulap menjadi sebuah buket unik yang dapat dijadikan hadiah istimewa.

Dalam pembukaannya, Ibu Dwi mengajak siswa untuk memanfaatkan apa yang ada di sekitar mereka. “Bahan-bahan sederhana ini tidak hanya bermanfaat di dapur, tapi juga bisa menjadi kreasi yang menarik dan bernilai jual. Dengan sedikit kreativitas, kalian bisa mengubah sesuatu yang biasa menjadi luar biasa,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Sesi pelatihan ini dimulai dengan penjelasan singkat mengenai alat dan bahan yang digunakan. Ibu Dwi membimbing peserta melalui langkah-langkah sederhana, mulai dari pemilihan bahan, cara menyusun hingga teknik membungkus yang rapi dan estetis.

Anak-anak pun terlihat sangat fokus mengikuti instruksi. Beberapa di antara mereka mengaku awalnya merasa aneh dengan ide membuat buket dari bawang dan cabai, tetapi seiring berjalannya waktu, mereka mulai menyadari bahwa hasil akhirnya benar-benar menarik dan estetik. “Ternyata bisa bikin buket dari bahan-bahan dapur itu seru banget. Aku pikir cuma bunga yang bisa jadi buket, ternyata bawang juga keren,” ujar Morin, salah satu siswa kelas 8 dengan penuh antusias.

Selain mengajarkan cara membuat buket, Ibu Dwi juga memberikan ide-ide lain tentang bagaimana keterampilan ini dapat dikembangkan lebih jauh. “Kalian bisa mengganti bahan-bahan dapur dengan bahan lainnya, seperti snack, cokelat, atau bahkan peralatan sekolah. Ini bisa jadi peluang bisnis, lho! Dengan kreativitas dan inovasi, kalian bisa menciptakan produk yang berbeda dari yang lain,” jelas Ibu Dwi, memberikan motivasi tambahan kepada para siswa.

Salah satu peserta, Aqila dari kelas 9, mengaku tertarik untuk mengembangkan keterampilan ini. “Aku suka banget kegiatan ini. Buket dari cabai dan bawang ini bisa jadi ide bisnis baru, mungkin aku bisa kembangkan jadi sesuatu yang lebih besar,” katanya penuh semangat.

Program *Ruang Serap Ilmu* ini bukan hanya tentang keterampilan tangan, tetapi juga bagian dari upaya sekolah untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan jiwa wirausaha di kalangan siswa. Dengan mengikuti kegiatan seperti ini, anak-anak diharapkan bisa melihat peluang dalam setiap aktivitas yang mereka lakukan. Tidak hanya itu, sesi ini juga mendorong siswa untuk berpikir di luar kebiasaan dan melihat bahwa kreativitas tidak memiliki batasan.

Kepala SMPIT Al Uswah, Ustadzah Ismiyatun, turut mengapresiasi kegiatan ini. “Kami sangat mendukung program-program yang dapat mengembangkan keterampilan anak-anak. Lewat *Ruang Serap Ilmu*, kami berharap siswa bisa mengeksplorasi berbagai hal baru yang mungkin belum pernah mereka coba sebelumnya. Kegiatan ini juga bisa menjadi inspirasi bagi mereka untuk terus berkreasi,” ungkapnya.

Setelah sesi selesai, setiap peserta membawa pulang buket hasil kreasi mereka masing-masing, lengkap dengan senyum puas dan rasa bangga. Bagi anak-anak, kegiatan ini bukan hanya tentang belajar membuat buket, tetapi juga tentang menemukan cara baru untuk memanfaatkan kreativitas mereka.

Dengan adanya program seperti ini, SMPIT Al Uswah terus berkomitmen untuk memberikan pengalaman belajar yang seru, relevan, dan menginspirasi bagi para siswa. Siapa sangka, dari dapur bisa lahir ide-ide kreatif yang mungkin menjadi langkah awal mereka dalam mengejar impian di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *