
Keteladanan dari Peringatan 100 Tahun Gontor: KH Hasan Abdullah Sahal Tekankan Kebersahajaan dan Integritas Wakaf
SMPIT AL USWAH MAGETAN
Mendidik Berkarakter, Memimpin dengan Teladan
Keteladanan dari Peringatan 100 Tahun Gontor: KH Hasan Abdullah Sahal Tekankan Kebersahajaan dan Integritas Wakaf
Magetan, SMPIT Al Uswah – Peringatan Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Ponorogo baru-baru ini menjadi perhatian publik. Di hadapan ribuan santri, alumni, ulama, dan para tokoh bangsa, Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal, menyampaikan pidato fenomenal yang sarat akan pesan moral, keikhlasan, serta integritas kepemimpinan dalam dunia pendidikan Islam.
Dalam amanatnya, Kiai Sahal memberikan pesan menohok mengenai kesederhanaan seorang pemimpin lembaga pendidikan. Beliau menegaskan kebersahajaan hidupnya di hadapan para santri dengan ucapan yang menggetarkan hati: “Jika makanan saya, pakaian saya, kendaraan saya, dan rumah saya lebih dari yang dinikmati atau dimiliki santri, silakan protes saya. Silakan kritik dan demo saya!”. Pernyataan ini menjadi cermin nyata kepemimpinan yang transparan, jujur, dan berani diuji di hadapan orang-orang yang dipimpinnya.
Selain menekankan kebersahajaan, Kiai Sahal juga membeberkan tata kelola kelembagaan Gontor yang sepenuhnya berasaskan ikhlas untuk umat. Beliau menjelaskan perjalanan panjang tanah wakaf Gontor yang berawal dari 1,2 hektare pada awal berdiri, kini telah berkembang pesat menjadi sekitar 1.200 hektare. Luasnya aset tersebut tidak ada yang dimiliki oleh pribadi maupun dinasti keluarga pendiri, melainkan seluruhnya berada di bawah naungan Badan Wakaf demi keberlanjutan pendidikan generasi penerus Islam.
Momen bersejarah satu abad ini tidak hanya menjadi catatan tasyakuran bagi Gontor, tetapi juga menghadirkan pesan mendalam bagi seluruh civitas akademika di lingkungan SMPIT Al Uswah Magetan. Banyak nilai luhur yang dapat dipetik dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah kita:
-
Bagi Para Guru dan Pengelola Sekolah: Kejadian ini menjadi pengingat untuk senantiasa meniatkan pengabdian sebagai ibadah (lillahi ta’ala), mengelola amanah sekolah dengan jujur dan transparan, serta menjadi teladan kebersahajaan bagi anak didik tanpa memamerkan kemewahan.
-
Bagi Siswa-Siswi SMPIT Al Uswah Magetan: Pesan ini mengajarkan pentingnya menuntut ilmu untuk mencari ridho Allah dan memperbaiki akhlak, bukan sekadar berburu nilai angka atau gengsi. Para murid diajak untuk membiasakan hidup sederhana, menjalin persaudaraan tanpa membeda-bedakan status sosial, serta menjauhi sikap berpura-pura atau “cari muka”.
Melalui momentum peringatan 100 tahun Gontor ini, semoga seluruh keluarga besar SMPIT Al Uswah Magetan dapat terus meneladani keikhlasan, kesederhanaan, dan integritas dalam menuntut ilmu serta mengabdi demi kemajuan umat dan bangsa.